A Brief History of Colostrum - Presented by QOLOSTRA Colostrum Extra
Qolostra - Colostrum dan Sejarahnya
Ribuan tahun lampau
- Penggunaan colostrum untuk penyembuhan penyakit & perawatan
kesehatan telah ada sejak ribuan tahun yang lalu dimana para Tabib
Hindu & Pujangga/ Pemuka di India (kaum Ayurvedic & Rishis)
telah memanfaatkan colostrum untuk keperluan pengobatan sapi-sapi
ternak sejak dahulu kala.
Abad lalu
- Catatan sejarah seabad yang lalu telah memberikan pembuktian bahwa
tingkatan antibodi (imunitas) dari susu awal sapi setelah proses
kelahiran (Colostrum) jauh lebih tinggi daripada cairan susu biasa.
Sejak saat itu diketahui bahwa kandungan-kandungan Antibodi dalam
Colostrum memiliki berbagai macam kandungan bernilai yang dapat
membantu peningkatan daya tahan tubuh.
Tahun 1920
– seorang ahli bernama Spolverini mengadvokasi agar Colostrum Bovine
dimanfaatkan sebagai makanan Balita untuk melindungi dan menghindari
berbagai macam penyakit yang dapat menyerang manusia ataupun sapi.
Colostrum juga kelak merupakan unsur yang memiliki kandungan–kandungan
bernilai yang menjadi contoh pengembangan obat-obatan dan antibiotik.
Albert
Sabin adalah seorang dokter yang pertama menganjurkan pemakaian
vaksinasi Polio dengan colostrum & memang pada kenyataan hal inilah
yang mengisolasikan antibodi-antibodi anti-polio dari bovine colostrum.
Tahun 1963
- Campbell & Peterson adalah orang pertama yang mengembangkan
sebuah program imunisasi sapi dengan formulasi campuran patogen-patogen
yang telah dilemahkan disaat anak sapi dilahirkan. Unsur-unsur
Colostrum yang dikumpulkan dari sapi-sapi tersebut disebut sebagai
Colostrum yang Immune (kebal) atau Colostrum yang Hiper-Immune
(hyperimmunised).
Pemakaian Susu Immune secara prophylatic &
therapeutic telah menunjukkan keberhasilan didalam pencegahan dan
penyembuhan infeksi-infeksi enteropatogenik bakteri E. Coli
(Escherichia coli), rotavirus gastroenteritis pada balita,
Cryptococcidiosis dan diare pada penyakit AIDS dan pasien-pasien
immunodeficient, pembentukan dental caries, dan kondisi-kondisi
lainnya. Pada semua kasus diatas, colostrum yang mengandung
immunoglobulin diperoleh dari sapi-sapi yang telah mengalami
hiper-imunisasi dari berbagai macam pathogen spesifik.
Tahun 1992
- Kummer adalah orang pertama yang menunjukkan bahwa colostrum dari
sapi yang tidak diberi immunisasi dapat mencegah penyakit
gastrointestinal pada balita.
Tahun 1998
- McConnell beserta beberapa koleganya yang berasal dari Otago
University-Selandia Baru dan Gabungan Pengusaha Susu Selandia Baru (New
Zealand Dairy Group) telah berhasil menunjukkan bahwa adanya
kemungkinan menghasilkan colostrum dari sapi-sapi peternakan biasa (non
hiper-imunisasi) yang menunjukkan adanya antibodi dalam jumlah besar
setara dengan sapi-sapi yang telah mengalami hiper-imunisasi.
A Quality Product from SUN (a SANKEN Consumer Electronics company)
For proper & detail information, please contact:
Miss Nia/ Miss Erry
Call Customer Service : +62-21-5820631
Corporate Fax: +62-21-58304481
Corporate SMS: +62-888-858-9277
Corporate Email: sun@sanken.net
Harga Khusus : Rp.288.000,-/ Box (Kemasan Higienis 25 Sachet)
